TINGKAT KESIAPAN MASYARAKAT DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI JARINGAN IRIGASI TETES (Studi Kasus: Desa Doropeti dan Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tenggara Barat)

Irwan Kusdariyanto

Abstract


Salah satu peluang yang cukup besar tetapi sering terabaikan adalah pemanfaatan lahan kering. Lahan kering memiliki banyak potensial yang mampu menghasilkan bahan pangan yang cukup bila dikelola dengan menggunakan strategi pengembangan yang tepat dan teknologi yang efektif. Guna mendukung penerapan teknologi jaringan irigasi tetes diperlukan mengukur tingkat kesiapan masyarakat dan bagaimana penanganan dalam penerapan teknologi Jaringan Irigasi Tetes yang berkelanjutan dalam mendukung peningkatan produktivitas lahan kering. Kontribusi penelitian adalah tidak hanya mengukur tingkat kesiapan masyarakat saja namun menyiapkan strategi penanganan kesiapan masyarakat dalam mengadopsi teknologi Jaringan Irigasi tetes di lahan kering. Kajian penelitian menggunakan pendekatan mixed method dimana data primer dan data sekunder dikumpulkan kemudian dianalisis. Analisis tingkat kesiapan pemangku kepentingan menggunakan data hasil isian kuesioner yang dibangun dan dikembangkan dari konsep Tri Ethnic for Prevention Center.  Hasil analisis tingkat kesiapan yang dimiliki oleh Desa Doropeti berada pada skor 4,744(preplanning): memiliki sedikit kesadaran mengenai issue mengenai pengetahuan tentang JIAT, kemitraan dan kelembagaan. Sedangkan hasil analisis Desa Sori Tatanga adalah 5.043 (Preparation): memiliki keingintahuan mengenai sumberdaya lokal dari aspek pendanaan dan keterlibatan. Strategi penanganannya melalui pemberdayaan masyarakat seperti sosialisasi dan sekolah lapang dalam rangka mendukung keberlanjutan penerapan teknologi irigasi tetes.

 

Kata Kunci:  Tingkat Kesiapan Masyarakat, Teknologi Irigasi Tetes, Pengembangan Lahan Kering


Refbacks

  • There are currently no refbacks.