STRATEGI TERPADU PENGELOLAAN PENAMBANGAN GALIAN C DI DAERAH GUNUNGAPI MERAPI

Cosmas Bambang Sukatja

Abstract


Pasca erupsi  Gunungapi Merapi menghasilkan material vulkanik berupa bahan galian C , terdiri dari batu-batu besar dan kecil, kerikil, pasir, abu vulkanis.  Material tersebut memiliki aspek sosial dan ekonomis penting dalam memberikan nilai tambah kemajuan wilayah sekitarnya. Namun, karena tata kelola manajemennya kurang sinergi dengan kebijakann dari berbagai instansi terkait, masyarakat dan lingkungan, hasil dari penambangannya belum dapat menambah kesejahteraan masyarakat setempat. Keuntungan yang diperoleh baru dirasakan beberapa golongan masyarakat tertentu. Dampak dari penambangan tersebut justru menimbulkan kerusakan lingkungan di dalam atau di luar alur sungai, bahkan sering menimbulkan korban materiil dan jiwa manusia. Kegiatan ini bertujuan untuk mencari cara pengelolaan penambangan galian C berdasarkan kearifan lokal, berbasis masyarakat setempat dan keterpaduan dalam pengelolaan wilayah.

Kata kunci : Erupsi Merapi, pengelolaan, penambangan galian C, kerusakan lingkungan

References


Sukatja, C. B. 2016. Investigation on Disaster Risk of Sinabung Volcano. International Journal of Academic Research Vol. 8. No. 4. July, 2016 DOI: 10.7813/2075-4124.2016/8-4/A.3.

[SNI] Standard Nasional Indonesia. 2851:2015 Tentang Desain Bangunan Penahan Sedimen. Badan Standarisasi Nasional.

Balai Sabo, 2014, Kajian Konsep Pondasi Mengambang Pada Bangunan Sabo, Badan Litbang, Kementerian Pekerjaan Umum

Edouard de Bélizal. 2013. Volcaniclastic Depo- sits as a Resource and Sand Mining : New in sights for Disaster Risk Reduction. Workshop Sedimer, Yogyakarta 30-31 July 2013.

[Perda] Peraturan Daerah Kabupaten Sleman. Nomor 3 Tahun 2013 Tentang Tata Cara Pem-bentukan dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa.

Yutaka Gonda; Legono, D; Sukatja, B and Santosa, U B. 2013. Debris Flow and Flash Flood at Putih' River after the 2010 Eruption. 4th HATHI International Seminar, Water Related Disaster Solutions Seminar, September 6-7, 2013.

Lulie, Yohannes. 2012. Sifat-sifat Fisik Abu Terbang Merapi. Jurnal Teknik Sipil. Universitas Atma Jaya, Yogyakarta. April 2012, 111-116.

Legono, D. 2011 dalam Mulyana, A. R., dkk. 2011 Mitigasi Bencana Merapi. Tinjauan Pengelolaan Banjir Lahar Pasca Erupsi 2010. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, Badan Litbang PU, Yogyakarta.

Parlindungan Sitinjak (2011), Warta Minerba. Edisi X - Agustus 2011. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM, istilah "galian C" pada saat ini sudah tak tepat lagi digunakan karena terjadi kesalahan persepsi sehingga menyebabkan ‘tumpang-tindih’ dalam pengelolaannya.

Subandriyo, dalam Arif Rahmat Mulyana, dkk., 2011, Mitigasi Bencana Merapi. Tinjauan Pengelolaan Banjir Lahar Pasca Erupsi 2010.. Balai Sabo, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, Badan Litbang PU, Yogyakarta.

Suparman, dkk. 2011. Sabo untuk Penanggulangan Bencana Akibat Aliran Sedimen. Yayasan Air Adhi Eka.

Moleong, Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi. Rosda. Bandung.

[Perda] Peraturan Daerah Kabupaten Mage-lang. Nomor 13 Tahun 2010 Tentang Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan.

[TNGM] Taman Nasional Gunung Merapi. 2011. Laporan Restorasi Ekosistem TN Gunung Merapi Paska Erupsi 2010. Yogyakarta. Tidak dipublikasikan

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. 2010. Perencanaan Bangunan Penahan Sedimen

Review of Integrated Sediment Related Disaster (ISDM).

Widodo, Priyo. 2010. Kemungkinan Pemanfaatan Bantak Sungai Gendol sebagai Bahan Bangunan. Seminar Perkembangan IPTEK Teknosabo di Indonesia.

Sukatja, C. B. 2007. “Penambangan Bahan Galian C Berbasis Keterpaduan dalam Pengelolaan Wilayah Sungai (Studi Kasus di Daerah Gunung Merapi). Seminar Nasio-nal Teknik Sumber Daya Air Keterpaduan dalam Pengelolaan Wilayah Sungai. Bandung. 2007.

[Permen] Peraturan Menteri PU Nomor 04/PRT/M/2009 Tentang Sistem Manajemen Mutu (SMM).

[UU] Undang Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertam-bangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Djuwantoko, Purnomo DW, & Laksono FY. 2005

Taman Nasional Gunung Merapi : Peluang dan tantangan realisasi Taman Nasional di Pulau Jawa bagian tengah. Seminar Nasional : Menuju Taman Nasional Gunung Lawu. DOI: http://lib.ugm.ac.id/digitasi/ upload/2723_MU.11 110010.pdf

[SK] Surat Keputusan Kementerian Kehutanan. Nomor SK. 134/Menhut-II/2004 Tentang Penunjukan Taman Nasional (TN) Gunung Merapi.

De Boer and Sanders. (2002) Volcanoes in Human History : The Far-reaching Effects of Major Eruptions. Princeton University Press, 2002.

Hasan, M. Iqbal. (2002) Pokok-Pokok Materi Metode Penelitian dan Aplikasinya, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002), hlm. 11.

Sumaryono, Agus (1993). Sistem pengendalian aliran sedimen dengan teknik sabo secara struktural. Balai Sabo, Pusat Litbang SDA.

[UU] Undang Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1967 Tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertam-bangan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.