PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN MODEL KELEMBAGAAN PERINGATAN DINI BANJIR DEBRIS BERBASIS MASYARAKAT

Ridwan Marpaung

Abstract


Komunitas Sabo didirikan pada tahun 2004 segera setelah bencana banjir debris terjadi untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang aliran massa debris. Sekarang komunitas sabo tidak dapat menjalankan tugasnya karena banyak masalah kelembagaan seperti kepemimpinan, doktrin visi dan misi, Program, sumber daya, struktur intern dan relasi dengan actor kunci. Tujuan penelitian ini memilih model kelembagaan yang paling tepat baik untuk Kelembagaan Komunitas Sabo juga untuk actor kunci. Untuk merekontruksi kembali Kelembagaan Komunitas Sabo dibutuhkan model kelembagaan yang mencakup variable-variabel kelembagaan. Dengan membandingkan nilai tingkat kepentingan variabel satu dengan yang lainnya di dalam
model dengan meminta komunitas pada saat Penilaian Pedesaan Secara Partisipatif yang menghasilkan suatu skalaprioritas kepentingan variable-variabel.

Untuk membuat suatu keputusan model apa yang paling tepat untuk komunitas digunakan Analysist Hierarchy Process. Analisis menunjukkan model A adalah model terbaik, disusul berturut-turut dengan model D, model C dan model B. Setelah berkonsultansi dengan actor kunci, model A mendapat persetujuan sebagai model terbaik baik untuk komunitas maupun actor kunci. Model A adalah model yang berguna untuk keberlanjutan Kelembagaan Komunitas Sabo dalam peringatan dini banjir debris ke depan.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.