PENGEMBANGAN PERAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN SITU MENGGUNAKAN INTERPRETATIVE STRUCTURAL MODELLING (ISM) STUDI KASUS SITU CIPONDOH KOTA TANGERANG

Juwarin Pancawati, M Yanuar J Purwanto, Widiatmaka Widiatmaka, Siti Nurisjah, Bambang Pramudya

Abstract


Situ di Jabodetabek telah ditetapkan sebagai kawasan lindung, namun kondisinya terus menyusut dan terancam hilang.  Keberhasilan pengelolaan situ antara lain ditentukan oleh faktor kelembagaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan peran kelembagaan pengelolaan situ berdasarkan kebutuhan dan karakteristik situ.  Metode yang digunakakan adalah Interpretative Structural Modeling (ISM) yang diterapkan pada kasus Situ Cipondoh. Pengelolaan situ ditujukan untuk menjaga fungsi hirdrologi berupa fungsi pengendalian banjir dan cadangan air permukaan.  Persoalan-persoalan yang terkait dengan batas yuridis kawasan, koordinasi dan komunikasi antar pihak, serta aturan/kebijakan yang belum memadai menjadi kendala utama dalam pengelolaan situ.  Sehingga dalam pengelolaan situ, kegiatan identifikasi dan inventarisasi data situ, rekonsiliasi dan penetapan aset situ, serta upaya pengamanan situ dengan membangun batas situ dalam bentuk fisik perlu menjadi program yang diprioritaskan.  BBWS-CC dan Walikota memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan pengelolaan Situ Cipondoh.  Penanganan kegiatan pengelolaan sebuah situ membutuhkan koordinasi intensif dari banyak kegiatan dan banyak pihak dari berbagai level, sehingga dalam pelaksanaannya diperlukan sebuah unit pelaksana teknis yang secara khusus menangani situ.       

Full Text:

PDF

References


Attri R, Dev N, Sharma V. 2013. Interpretive Structural Modelling (ISM) approach: An Overview. Research Journal of Management Sciences; 2(2): 3-8

Eriyatno, Larasati L. 2012. Ilmu Sistem: Meningkatkan Mutu dan Efektivitas Manajemen. Bogor (ID): Guna Widya.

Hasibauan GM. 2008. Model koordinasi kelembagaan pengelolaan banjir perkotaan terpadu. Wahana Hijau; 3(3):116-126

Henderawan D. 2005. Kualitas air sungai dan situ di DKI Jakarta. Makara Teknologi; 9(1): 13-19.

Henny C, Meutia AA. 2014a. Urban Lakes in megacity Jakarta: Risk and management plan for future sustainability. Procedia Environmental Sciences; 20(2014), 737-746.

__________. 2014b. Urban lake management strategy: Effect of distinct types of lake surroundings and shorelines landscape development on water quality of urban lakes in Megacity Jakarta. Di dalam: Biscarini C, Pierleoni A, Naselli-Flores L, editor. Lakes: The Mirrors of the Earth Balancing Ecosystem Integrity and Human Wellbeing; The 15th World Lake Conference; 2014 September 1-5; Perugia, Umbria, Italy; Italy (IT): Science4Press

Ignatius PP. 2011. Masalah pengelolaan situ di wilayah DKI Jakarta: suatu kajian kelembagaan. Thesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Inah N, Setianto S. 2013. Peran kelembagaan lokal dalam pengelolaan Situ Tujuh Muara (Ciledug), Kota Tangerang Selatan. Sosek Pekerjaan Umum; 5(2), 111-118.

[KLH] Kementerian Lingkungan Hidup. 2007. Strategi pelestarian situ di wilayah Jabodetabek. Jakarta [ID]: Kementerian Lingkungan Hidup.

[Kementerian PUPR] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 2012. Standard operasi dan prosedur pengelolaan embung/situ. Gorontalo [ID]: Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Kodoatie RJ. 2003. Manajemen dan rekayasa Infrastruktur. Yogyakarta (ID): Pustaka Pelajar.

Kusdaryanto S, Baskoro DPT, Tarigan SD. 2010. Kajian pengaruh situ terhadap respon hidrologi di DAS Pesanggrahan menggunakan Model HEC-HMS. Jurnal Tanah dan Lingkungan. 12(2):11-17

Listiani. 2005. Aspek kelembagaan dalam pengelolaan situ: studi kasus pengelolaan Situ Rawa Besar di Kota Depok. Thesis. Universitas Indonesia. Jakarta.

Jayant A, Azhar M, and Singh P. 2014. Interpretive Structural Modeling (ISM) Approach: A State of the Art Literature. International Journal of Research in Mechanical Engineering & Technology; 5(1), 15-21.

Pancawati J, Saifullah. 2014. Pemanfaatan ruang bagi kegiatan pertanian dan perikanan di kawasan Situ Cipondoh. Ilmu Pertanian dan Perikanan. 3(2): 143-151

Pemerintah Kota Tangerang. 2016. Dokumen informasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup daerah Kota Tangerang Tahun 2016. Kota Tangerang (ID): Pemerintah Kota Tangerang

Rosnila. 2004. Perubahan penggunaan lahan dan pengaruhnya terhadap keberadaan situ. Thesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Ruhimat IS. 2016. Faktor kunci dalam pengembangan agroforestry pada lahan masyarakat. Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan: 13(2), 73-84.

Saxena J P, Sushil, P. Vrat. 1992. Hierarchy and classification of program plan elements using interpretative structural modeling: a case of study of energy conservation in the Indian cement industry. System Practice. 5(6): 651-670

Sitanggang, BJP. 2009. Studi peningkatan situ-siu untuk pengendalian banjir di Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane. Thesis. Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Supriyadi A, Syaufina L, Ichwandi I. 2015. Evaluasi kebijakan Situ Cikaret, Kabupaten Bogor. Limnotek; 22(1): 52-63

Suryanta J, Admajaya FT. 2013. Situ/embung yang menyusut. Di dalam: Badan Informasi Geografi. Ekspedisi Geografi Indonesia 2013 Menentang Banjir. Cibinong (ID): Badan Informasi Geografi.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.