ANALISIS KELEMBAGAAN DALAM PENATAAN KAWASAN PERMUKIMAN BERKELANJUTAN DI PINGGIRAN SUNGAI CIKAPUNDUNG KOTA BANDUNG

Edi Rusdiyanto, Santun R. P Sitorus, Bambang Pramudya, Ramalis Sobandi

Abstract


Kawasan permukiman pinggiran Sungai Cikapundung pada saat ini mengalami kecenderungan yaitu tidak terencana dalam penggunaan ruang, kepadatan penduduk tinggi dan penurunan fungsi ekologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran lembaga ditinjau dari aspek lembaga yang terlibat, kendala kebijakan pemerintah yang terkait, dan kebutuhan program penataan kawasan permukiman pinggiran sungai. Data penelitian diperoleh dengan melakukan wawancara dan observasi, menggunakan metode analisis Interpretatif Structural Modelling berbasis pakar. Jumlah pakar (responden) sebanyak enam orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga elemen kunci lembaga penentu keberlanjutan penataan kawasan permukiman pinggiran Sungai Cikapundung. Elemen kunci tersebut terdiri atas Dinas Penataan Ruang Kota Bandung, Dinas PKP3 Kota Bandung, dan Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat. Elemen kendala yang dihadapi berupa elemen kunci koordinasi/kerjasama antar instansi dan stakeholder sangat lemah dalam mendukung keberlanjutan kawasan permukiman pinggiran Sungai Cikapundung. Adapun elemen kegiatan dan kebutuhan program yang dapat dilaksanakan untuk pengembangan pengelolaan penataan kawasan permukiman di pinggiran Sungai Cikapundung didapatkan elemen kunci peningkatan penegakan hukum peraturan perundang-undangan pada kawasan permukiman sebagai alat pengendali sehingga menjamin keberlanjutan kawasan permukiman di pinggiran Sungai Cikapundung.


References


[BPS] Badan Pusat Statistik Kota Bandung 2018. Kota Bandung Dalam Angka 2018. Bandung (ID): BPS Kota Bandung.

Eriyatno. 2012. Ilmu Sistem, Meningkatkan Mutu dan Efektivitas Manajemen. Surabaya (ID): Penerbit Guna Widya.

Hamidah N, Rijanta R, Setiawan B, Marfai MA . 2013. Model Permukiman Kawasan Tepian Sungai (Kasus: Permukiman Tepian Sungai Kahayan Kota Palangkaraya. Jurnal Permukiman. Vol. 9 No.1. pp. 17 - 27.

Heripoerwanto ED. 2009, Rancang Bangun Sistem Pengelolaan Permukiman Berkelanjutan di Kawasan Pinggiran Metropolitan. Disertasi. Bogor (ID): Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Hudalah D. 2010. Peri-urbanization and the regional economic performance of Jakarta Metropolitan Region. Paper presented at Eastern Regional Organisation for Planning and Human Settlements (EAROPH) Congress. Adelaide: 1-5 November 2010.

Hidajat JT. 2014. Model Pengelolaan Kawasan Permukiman Berkelanjutan Di Pinggiran Kota Metropolitan Jabodetabek [Disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Hora SC. 2004. Probability Judgements for Continuous Quantities: Linear Combinations and Calibration. Published Online: Management Science Hawai (US) Volume 50. pp. 597-604.

Iriani LY. 2013. Legal Aspek Pengendalian Pemanfaatan Ruang Di Kota Bandung. Jurnal Permukiman. Vol. 8 No.3. pp. 120-127.

Jazuli A. 2017. Penegakan Hukum Penataan Ruang Dalam Rangka Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Rechts Vinding, Media Pembinaan Hukum Nasional. Vol. 6 No.2. pp. 271-289.

Kartodihardjo H. 2017. Analisis Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Alam Diskursus-Politik-Aktor-Jaringan. Bogor (ID): Sajogyo Institute.

Kartodihardjo H, Murtilaksono K, Sudadi U. 2004. Institusi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Konsep dan Pengantar Analisis Kebijakan. Bogor (ID): Fakultas Kehutanan IPB.

Katherina LK. 2014. Tren Urbanisasi Pada Secondary Cities Di Indonesia Periode Tahun 1990 – 2010. Jurnal Kependudukan Indonesia. 9 (2): 73 – 82.

[KemenHUMHAM] Kementerian Hukum dan HAM. 2007. Undang-undang Republik Indonesia No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Jakarta (ID): Kementerian Hukum dan HAM.

[KemenHUMHAM] Kementerian Hukum dan HAM. 2011. Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Jakarta (ID): Kementerian Hukum dan HAM.

[KemenPUPR] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 2015. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 28/PRT/M/2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau. Jakarta (ID): Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Kirmanto D. 2002. Pembangunan Perumahan dan Permukiman Yang Berwawasan Lingkungan Strategis Dalam Pencegahan Banjir di Perkotaan. Makalah disampaikan pada Seminar Peduli Banjir “Forest”. Jakarta Tanggal 25 Maret 2002.

Kruskal JB dan Wish M. 1978. Multidimensional Scaling. Sage Publications, Beverley Hills, CA, USA.

Marimin. 2008. Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Jakarta (ID): Grassindo.

Masri RM. 2009. Kajian Perubahan Lingkungan di Zona Buruk Untuk Perumahan (Studi Kasus: Kawasan Bandung Utara). [Disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Maryono A. 2017. Pengelolaan Kawasan Sempadan Sungai, Dengan Pendekatan Integral: Peraturan, Kelembagaan, Tata Ruang, Sosial, Morfologi, Ekologi, Hidrologi dan Keteknikan. Yogyakarta (ID): Gadjah Mada University Press.

McGee TG. 1995. Metrofitting the Emerging Mega-Urban Regions of ASEAN: An Overview. In: McGee TG, Robinson IM. 1995. The Mega-Urban Regions of Southeast Asia. Vancouver (CA): UBC Press. pp 3 – 26.

[Mendagri] Menteri Dalam Negeri. 2007. Peraturan Menteri Dalam Negeri No.1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan. Jakarta (ID): Menteri Dalam Negeri.

Moniz JA. 2017. Perbaikan Permukiman Kota Berbasis Partisipasi Masyarakat (Studi Kasus Kota Dili, Timor-Leste). [Tesis]. Surabaya (ID): Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Nygren A. 1999. Local Knowledge in the Environment-Development Discourse: From Dicotomies to Situated Knowledge. Critique of Anthropology 19 (3): 267-288.

Ostrom E. 1990. Governing of the common. The Evolution of Institutions for Collective Action. Cambridge University Press.

Pancawati J, Purwanto MYJ, Widiatmaka, Nurisjah S, Pramudya B. 2018. Pengembangan Peran Kelembagaan Pengelolaan Situ (Studi Kasus Situ Cipondoh Kota Tangerang). Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum. 10 (2): 91-104.

Rimantho D dan Rosdiana H. 2017. Penentuan Faktor Kunci Peningkatan Kualitas Air Limbah Industri Makanan Menggunakan Interpretative Structural Modelling (ISM). Jurnal Ilmu Lingkungan. 15 (2): 90 – 95.

Rustiadi E, Saefulhakim S, Panuju DR. 2011. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta (ID): Crespent Press dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Salmah S. 2012. Modal Sosial: Kekuatan dan Pertahanan di Bantaran Sungai. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 7 (1): 31 – 36.

Santosa NS, Sitorus SRP, Machfud, Sobandi R. 2012. Analisis Keberlanjutan Kawasan Permukiman Perkotaan Cisauk di DAS Cisadane. Jurnal Permukiman. Vol. 7 No. 2. Pp. 88 – 94.

Saridewi TR, Hadi S, Fauzi A, RusastraIW. 2014. Penataan Ruang Daerah Aliran Sungai Ciliwung Dengan Pendekatan Kelembagaan Dalam Perspektif Pemantapan Pengelolaan Usaha Tani. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 32 (2): 87 – 102.

[Setneg] Sekretariat Negara RI. 2011. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai. Jakarta (ID): Sekretariat Negara RI.

Setyono JS. 2007. Pengantar Perencanaan Wilayah dan Kota.Semarang (ID): Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik UNDIP.

Sitorus SRP. 2014. Pengembangan Sumberdaya Lahan Berkelanjutan. Bogor (ID): Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian IPB.

Soetomo S. 2013. Urbanisasi & Morfologi: Proses Perkembagan Peradaban dan Wadah Ruangnya, Menuju Ruang yang Manusiawi. Yogyakarta (ID): PT. Graha Ilmu.

Susetyo, B. 2014. Model Perumusan Kebijakan Pemanfaatan Lahan Berbasis Ekologi Lanskap Di Kawasan Sempadan Sungai Ciliwung Kota Bogor [Disertasi]. Bogor (ID): Sekolah Pasca Sarjana IPB.

Sutrisna N. 2009. Model Usahatani Konservasi Berbasis Sumberdaya Spesifik Lokasi Di Daerah Hulu Sungai (Studi Kasus: Lahan Pertanian Berlereng di Hulu Sub DAS Cikapundung, Kawasan Bandung Utara). [Disertasi]. Bogor (ID): Sekolah Pasca Sarjana IPB.

Tim Grasindo. 2018. UUD 1945 dan Amandemennya. Jakarta (ID): PT Grasindo.

[Walkot Kota Bandung] Walikota Bandung. 2011. Peraturan Daerah Kota Bandung No. 18 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung Tahun 2011-2031. Bandung (ID): Walikota Bandung.

Wihadanto A, Barus B, Achsani NA, Bratakusumah DS. 2017. Analisis Karakteristik dan Penilaian Tingkat Kekumuhan Kawasan Permukiman “Kampung Braga”-Kota Bandung. Journal of Regional and Rural Development Planning. 1 (2): 132-144.

World Bank. 2016. Kisah Urbanisasi Indonesia. http://www.worldbank.org/in/news/feature/2016/06/14/indonesia-urban-story.

Wiryasa NMA dan Jaya NM. 2018. Kelembagaan Tata Ruang. Denpasar (ID): Udayana University Press.

Yustika AE. 2008. Ekonomi Kelembagaan, Definisi, Teori, dan Strategi. Malang (ID): Bayumedia Publishing.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.