MODEL PENYELESAIAN BERBASIS BUDAYA PADA PEMBANGUNAN BENDUNGAN MANIKIN DI DESA BOKONG, KECAMATAN TAEBENU, KABUPATEN KUPANG, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Dessy Febrianty, Jacob P Ninu

Abstract


Perubahan iklim membawa dampak terhadap kekeringan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pemerintah daerah akan membangun Bendungan Manikin di Desa Bokong, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang untuk mengatasi masalah kekurangan air. Namun demikian, muncul penolakan masyarakat lokal terhadap pembangunan bendungan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik dan menemukan model penyelesaian berbasis budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara observasi lapangan, wawancara mendalam, studi literatur, dan FGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  konflik terjadi karena kurangnya sosialisasi, nama bendungan, hilangnya rumah, tempat ibadah,  kuburan leluhur, lahan usaha (pertanian dan peternakan), dan relasi sosial berbasis budaya. Sedangkan model penyelesaian budaya yang diterapkan adalah penempatan masyarakat sebagai subjek pembangunan, sosialisasi dilakukan dengan musyawarah, partisipasi masyarakat lokal dalam pembangunan, memahami budaya masyarakat dengan menghargai pendapat warga, mengidentifikasi masalah yang memicu konflik sehingga tepat cara penanganan serta ganti rugi  bagi warga yang terkena dampak.

 

Kata kunci:  resolusi konflik,  budaya,  pembangunan bendungan,  masyarakat lokal, sosialisasi 


Full Text:

PDF

References


Creswell, John. 2012. Research Design Pendekatan Kualitatif Kuantitatif dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hakim, Andri dan Andi Suriadi. 2016. Alternatif Dasar Perhitungan Pemberian Tunjangan Kehilangan Pendapatan Warga Terkena Dampak Pembangunan Waduk. Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum 8 (1): 15 -23.

Lawang, Robert M.Z. 1999. Konflik Tanah di Flores Barat. UI Press. Jakarta.

Moleong, Lexy J. 2000. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Prayogo, Dody. 2007. Konflik Antara Korporasi Dengan Komunitas Lokal (Studi Kasus pada Industri Geotermal di Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung Jawa Barat (Disertasi) Departemen Sosiologi, UI Depok.

Rachmawan, Dicky. 2016. Pola Eskalasi Konflik Pembangunan Infrastrukur: Studi Kasus Pembangunan Waduk Jatigede Kabupaten Sumedang. MASYARAKAT Jurnal Sosiologi UI 20 (2): 193-212.

Ruritan, dkk. 2015. Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan Dalam Rangka Kedaulatan Air Untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi (Jurnal). Penerbit: Departemen Pekerjaan Umum: Jakarta.

Setianto, Suryawan. 2014. Konflik Sosial dalam Pembangunan Infrastruktur SDA Kasus Jatigede. Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum 6 (3): 181 – 198.

Suriadi, Andi, Andri Hakim, dan Bernaldy. 2017. Identifikasi Potensi dan Model Resolusi Konflik Pada Program Revitalisasi Kawasan Danau Tempe di Sulawesi Selatan. Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaaan Umum.

Suriadi, Andi dan Andri Hakim. 2013. Alternatif Dasar Perhitungan Nilai Tanah untuk Pembangunan Waduk. Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum 5 (2): 97 -109.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.