POYEKSI DAYA DUKUNG LAHAN TERHADAP KEBUTUHAN RUMAH DI KOTA TANGERANG SELATAN (PROJECTION POWER NEEDS TO SUPPORT LAND HOUSE IN THE CITY OF SOUTH TANGERANG)

Lia Yulia Iriani

Abstract


ABSTRACT

South Tangerang city with an area of 147.19 km2, a total population of 1.40517 million inhabitants, the rate of growth of population of 3.63% per year. (BPS. 2014). This has resulted in an increase in the needs of housing, especially in urban areas, reaching 33,562 housing units. The highest number of backlog is in district of East Ciputat, 9,612 units as Pamulang 8,131 units, while for the smallest there is in Serpong amounting to 375 units. This condition requires a land, where the land use data in South Tangerang City mostly for housing and settlements are an area of 8.804.17 ha or 65.88% of 14.719 hectares. This raises problems of the city development is not balanced with the availability of land and high land prices. The Increased needs of the home, causing a decrease in the carrying capacity of the land. The research objective linkage mapping the housing needs of increasing the carrying capacity of the land. Descriptive research method through a case study approach and explanatory research draft, to analyze the relationship between one variable with another variable or how a variable affects the other variable. The expected results as policy recommendations for local authorities in the preparation of the development policy of housing and settlements.

Keywords: backlog , land, housing and settlement,  policy, local governments

 

ABSTRAK

Kota Tangerang Selatan dengan luas  147,19 Km2, jumlah penduduk 1.405.170 jiwa, laju pertumbuhan penduduk sebesar 3,63%  /tahun. (BPS.2014). Hal ini mengakibatkan peningkatan kebutuhan rumah terutama di perkotaan, mencapai 33.562 unit rumah. jumlah backlog tertinggi di Kecamatan Ciputat Timur sebanyak 9.612 unit, Kecamatan    Pamulang 8.131 unit, sedangkan untuk backlog terkecil terdapat di Kecamatan Serpong  yaitu 375  unit. Kondisi ini memerlukan lahan, dimana data penggunaan lahan di Kota Tangerang Selatan sebagian besar adalah untuk perumahan dan permukiman yaitu seluas 8.804.17 Ha atau 65,88 % dari 14.719 Ha.  Hal ini menimbulkan permasalahan yaitu perkembangan kota yang tidak seimbang dengan ketersediaan lahan dan harga lahan yang tinggi. Peningkatan kebutuhan rumah, menyebabkan penurunan daya dukung lahan. Tujuan penelitian memetakan keterkaitan kebutuhan rumah yang semakin meningkat terhadap daya dukung lahan,  Metode penelitian secara deskriptif melalui pendekatan studi kasus (case study approach), rancangan penelitian eksplanatori,  untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya. Hasil yang diharapkan sebagai rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan pengembangan perumahan dan permukiman.

Kata Kunci: Kebutuhan rumah, lahan, perumahan dan permukiman, kebijakan, pemerintah daerah 



References


DAFTAR PUSTAKA

Agusrianto.2015. Analisis Faktor-Faktor yang menentukan Daya Dukung Lahan di Kabupaten Solok. https://scholar.unand.ac. Diakses tanggal 1 Juni 2016.

Bonnie L. Yegidis. Weinbach. Robert.

Myers.Laura. 2008. Research Methods for

Social Workers. Seventh Edition. Allyn &

Bacon. USA.

Bellemare, Marc.F.2012. Insecure Land Rights and Share Tenancy. University of Wisconsin Press. Madagascar.

Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Selatan

Provinsi Banten. 2014.

Dinas Tata Kota Bangunan dan Permukiman Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. 2014. Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan Kawasan Permukiman (RP3KP). Laporan akhir.

Ditjen Cipta Karya. Kementerian PU-PR. 2015.

Rencana Strategis. Jakarta.

Limbong Bernhard.2013.Bank Tanah. Pustaka

Margareta. Jakarta.

Nurmadi, Achmad. 2006. Manajemen Perkotaan : aktor, Organisasi, Pengelolaan Daerah Perkotaan dan Metropolitan di Indonesia. Sinergi Publising. Yogyakarta.

Peraturan Presiden No 32/ 2011 tentang Master Plan Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan No. 15 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tangerang Selatan.

Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan No. 03 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman

Prayitno Budi,Alfredo.Paramita Mahdatia. 2012. Perlindungan Hak Bermukim MBR dan Warga Miskin Perkotaan. Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Jakarta.

Prilia Ayu. 2012. Pengaruh Kesesuaian Lahan untuk Permukiman terhadap Daya Dukung Lahan. www.prillygeoreathy.blogspot.co.id. Diakses tanggal 23 Mei 2016.

Pusat Litbang Permukiman Kementerian PU-PR. 2015. Penyusunan Konsep Pedoman Penataan Kawasan Padat Huni Kumuh di Perkotaan. Laporan Akhir. Bandung.

Syarif Koto Zulfi. Politik Pembangunan Perumahan Rakyat di Era Reformasi. 2011.

Hausing and Urban Development Institute

(HUD).Jakarta.

Samsidar Yulianti, Indarti Komala Dewi, Bayu Wirawan. 2012. Daya Dukung Lahan untuk Pengembangan Kawasan Permukiman Perkotaan di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Jurnal Program Studi PWK Fakultas Teknik Universitas Pakuan .Lampung.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan Research and Development. Cetakan ke 21. Alfabeta. Bandung.

Supriadi. 2015. Hukum Agraria. Sinar Grafika. Jakarta


Refbacks

  • There are currently no refbacks.